Selasa, 02 Oktober 2007

Bisnis Modal Dengkul

DAPATKAH kita menjalankan bisnis dengan modal dengkul? Kebanyakan orang mengatakan bahwa berbisnis harus dimulai dengan uang di tangan. Padahal, salah satu sumber kegagalan menjadi seorang calon wirausaha adalah memandang uang sebagai permasalahan besar. Bisnis tidak harus dimulai dengan uang! Bisnis dimulai dengan ide atau gagasan bisnis dan bagaimana mewujudkan ide bisnis tersebut. Bagaimana dengan bisnis modal dengkul?

Seperti kita ketahui bahwa modal secara garis besar ada 2 macam yakni modal berwujud dan modal tidak berwujud. Modal berwujud adalah modal yang kelihatan secara fisik, misalnya uang, barang dagangan, tanah, rumah. Sedangkan modal tidak berwujud adalah keberanian, tekad, motivasi, keahlian, hobi, kecerdikan, teman yang banyak, jaringan.


Maksud bisnis modal dengkul di sini adalah memulai bisnis dengan mengandalkan aspek modal tidak berwujud. Bisnis modal dengkul hanya sedikit mengandalkan kepada dukungan modal berwujud atau bahkan tanpa modal berwujud sama sekali. Tidak kalah penting di antara modal tidak berwujud adalah keberanian dan kepercayaam diri. Jangan kalah sebelum berperang! Sering kali kita gagal menjadi seorang calon wirausaha karena merasa takut gagal dan dihinggapi rasa kurang percaya diri, termasuk tidak percaya diri karena kurang modal/uang. Padahal kita berbisnis justru untuk menghasilkan uang dan memupuk modal. Memang akan sangat ideal jika kita sudah memiliki modal uang. Tapi modal uang bukan penentu segalanya.

Menyikapi rasa takut gagal

Perasaan takut gagal dan tidak percaya diri memang saling terkait. Boleh jadi karena tidak percaya diri, kita menjadi atau merasakan takut gagal. Mungkin juga karena kita takut gagal, kita menjadi tidak percaya diri. Perasaan takut gagal dalam mewujudkan cita-cita menjadi seorang wirausaha adalah karena kita sering mendengar mitos-mitos seperti ”memulai bisnis adalah berisiko dan sering berakhir dengan kegagalan”. Karena kita percaya dan tersugesti dengan mitos tersebut, perasaan takut gagal pun menjadi ada. Akibatnya, rasa tidak percaya diri tumbuh subur justru ketika kita ingin memulai sebuah bisnis.

Seharusnya kita dapat berpikir logis bahwa semua hal yang dilakukan selalu memiliki dua kemungkinan yang ekstrem, yakni berhasil atau tidak berhasil. Menjadi karyawan pun dapat berhasil (karier mulus) ataupun tidak berhasil (karier mandek). Dalam hidup kita selalu terdapat dua sisi, yakni ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada kanan ada kiri, dan ada berhasil dan tentu ada juga gagal. Bila hal ini sudah dapat kita pahami dengan baik, kita akan lebih tenang menghadapi dan dapat menerimanya dengan ikhlas.

Apabila kita mengalami kegagalan, tidak ada gunanya bermuram durja dan selalu memikirkan kegagalan tersebut. Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah mencari penyebab kegagalan. Kegagalan jangan dianggap sebagai musuh, tapi justru membuat kita tertantang untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar meraih keberhasilan. Seorang wirausaha sejati harus berani menghadapi kegagalan, dan memetik hikmahnya.

Semakin banyak kegagalan justru menumbuhkan keyakinan baru bahwa keberhasilan semakin dekat. Kita harus yakin akan menemukan keberhasilan di setiap kegagalan. Jauhilah semua alasan kegagalan kita karena kelemahan dari diri kita, seperti kurang pintar, kurang segar, sudah terlalu tua, dan beribu-ribu ”rasa kurang”. Ada baiknya mempelajari kesuksesan orang lain. Cobalah cari informasi sebanyak-banyaknya mengapa pengusaha tersebut berhasil. Seorang wirausahawan adalah mereka yang selalu membuka mata, telinga, dan hati terhadap setiap peluang. Sukses wirausahawan bukan sekadar mengharap durian runtuh, tapi juga kejelian dalam menangkap peluang.

Percaya diri juga dapat timbul kalau kita selalu berpikiran positif. Contohnya, kita harus memiliki suatu keyakinan bahwa jika usaha atau bisnis yang sedang kita jalankan mengalami kegagalan, yang gagal adalah bisnis kita, bukan kita! Yakinkan bahwa kita sendiri tidaklah gagal. Kita sedang dalam proses belajar dan mencari bisnis atau usaha yang cocok, atau cara yang paling ampuh untuk menjalankan bisnis tersebut. Kisah pengusaha soto Ambengan di Surabaya, betapa beliau berkali-kali berganti usaha untuk mewujudkan usaha soto yang sukses. Setiap kali gagal dan bangkrut dalam usaha soto, beliau berusaha di bidang lain untuk sementara, mengumpulkan modal, dan akhirnya mencoba racikan bumbu soto yang lebih baik dari sebelumnya. Kegigihan dengan disertai usaha secara terus-menerus untuk memperbaiki diri menjadikan kini beliau menjadi usahawan soto yag tersukses di Surabaya dan beberapa kota lainnya.

Jadi, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang wirausaha dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali. Jadi selalu berpikirlah positif!

Modal dengkul

Sesunguhnya saat ini informasi dan pengetahuan menjadi modal bisnis yang luar biasa dalam abad modern ini. Dengan berbekal informasi dan pengetahuan yang dapat diandalkan, kita dapat bekerja sama dengan para pemodal untuk membentuk usaha yang baik dan sehat. Banyak kerja sama bisnis yang menyatukan antara kecakapan, keterampilan, dan ilmu pengetahuan dengan mereka yang mempunyai modal uang. Misalnya, kita memiliki keahlian memasak suatu jenis masakan, kita dapat mencari pemodal yanbg dapat menyediakan tempat usaha, lalu bekerja sama dengan pemilik modal untuk mendirikan rumah makan atau tempat makan yang enak. Bila kita memiliki kecakapan dalam berbahasa asing, kita dapat mengajak pemodal untuk mendirikan suatu kursus bahasa. Bahkan bisa juga kita mulai dengan usaha mandiri dengan membuka kursus di rumah atau menjadi guru les, dan lain sebagainya. Kreativitas adalah kata kunci bagi seorang calon wirausaha. Pemikiran yang kreatif akan melahirkan sebuah produk dan jasa yang sangat inovatif, sehingga akan memuluskan usahanya kelak, juga menambah daya tarik para konsumen. Yang tidak kalah penting bagi calon wirausaha adalah tidak sedikit pemilik modal menjadi tertarik untuk membiayai usaha dengan modal kreativitas.

Modal utama menjalankan atau mengawali sebuah bisnis pada dasarnya bukan modal berwujud. Jauh lebih penting bagi calon wirausaha untuk menumbuhkan modal tidak berwujud seperti kepercayaan diri, kreativitas, kejujuran, keuletan, dan belajar terus-menerus. Belajarlah dari kesuksesan para pengusaha. Sesungguhnya mereka selalu berpikir keras dan selalu memotivasi dirinya. Modal uang saja tidak menjamin seseorang menjadi wirausahawan sukses. Modal yang tidak berwujud justru lebih menentukan keberhasilan dalam menjalankan usaha. Selamat mencoba!***

sumber:www.pikiran-rakyat.com

Tidak ada komentar: